A change of heart

It all started when someone in the nuclear medicine lab where I worked yesterday, asked me something.

"How long have you stayed in Germany?"

I answered without giving it too much thought: "One year."

But when I came home that day I started thinking...."Wow it really has been a year. Has it been that long??"

And the memories started flashing before my eyes. The memories from the first days, weeks and months of me living in Germany. I can say that those days were definitely not my favorite ones.  Back then I only knew very few words of German, which I could count only using the fingers of my hands (and maybe my toes too:P) and I could not understand at all what the people here were saying when they spoke. I can remember being so petrified when I had to apply for my residence permit because I could not speak and understand the language, how I almost cried when I wanted to open an account in a bank where nobody wanted to speak English, how embarrassed I was when a cashier in a market simply asked me for 10 cents and I just stood there like a complete moron trying to figure out what she was saying, how frustrated I was because I couldn't understand a damn thing on TV (which by the way, for a person who worship TV like me is a total torture), how the people stared at me when I walked on the wrong side of the road (here people walk on the right side instead of left like in Indonesia), how I was honked so many times by bicycles cause I was walking on the bicycle track. To top it all off, it was my first try to really live on my own, away from my home, away from my family. So basically "home sick" was my middle name back then.

But then, I thought that I had really no choice but to suck it up and do something in order to survive in this country. The first thing of course:  learning the language. Hello?? You should've done that BEFORE you came here. But the fact was I hadn't done it, so I had to learn it here.

Learning just the language turned out to be not enough (but it sure did help a lot ). The way the people here think, act, what is normal for them, what is not, and how to interact with them are important things to know and to get use to. First I was kind of surprised by how direct the people are. They always say what they mean, never beat around the bush. Yes means yes and no means no. Saying what's really on their mind is honesty to them and not impoliteness. Being Indonesian I was not accustomed to this kind of attitude and it took me while to get use to this. Now I can even appreciate, if not admire this trait because you don't really have to worry when someone is saying things in front of you then say different ones behind your back (sound familiar??). Another thing that I admire is their value of time. Being on time is something normal here. Being late however is not. Nine o'clock means 9.00. Not 9.03, 9.04, 9.15 or else 10. I learned a lot about being on time and decided that it is a culture I want to bring home.

So one year has gone, and when I look at how I view Germany these days, is not really through frustrating, angry, fearful and skeptical eyes anymore. Let's just say my heart has grown soft for this country.  Now I can enjoy watching German TV ( but I still think Indonesian TV is way way better..sorry....), I have a favorite soap opera which I tune in everyday (cheesy, cheesy, chessy), I'm a big fan of a German superstar (see previous posting), I'm starting to listen to German songs and loving some of it, I'm trying to read novels in German (although I only understand the global meaning of it), I go to the cinema (ditto with the novels, only understand the global meaning of the movies), I'm having so much fun in my German class (although my German is still not good), and I don't have such a bad case of fear when I want to extend my residence permit but..... unfortunately I still get honked by some bicycles hehehe....

Don't get me wrong. It was not always a happy cheery time here. There were low times too namely when my experiments failed, when I got yelled at by my supervisor, when I was stranded outside Hannover when there was a train strike, when I was stucked in an elevator in my apartment (FYI, this has never happened before, not even in RSCM hihihihi) and many more.

But I guess good and bad things bound to happen and they happen for you to embrace, experience, enjoy and to be thankful. They will mould you into a wiser human being (taelaaaaaaaaa).  That's just life. And life...in Germany....is really not that bad. Not bad at all.

I still have a long way to go here, challenges to face and hard work to be done. But I hope this country will stay being nice in the process.

Happy 1st anniversary, liebes Deutschland!! :-*

                            

Bukannya nulis malah.......

Di antara rasa punyeng-mumet-jenuh-ngantuk-pegel dan kadang2 laper di kala nulis thesis, gue memutuskan untuk break dulu dan nulis lagi. Lho kok?? Nulis di blog maksudnya.....Dimana nulis itu fun dan bisa insert2 berbagai emoticon lucu2 yg sesuai suasana hati, yg tentunya gak bisa kan dicantumin di thesis. Seandainya bisa, mungkin emoticon2 yg muncul gak jauh2 dari : (yg gambar doggie kenapa ya? gak nyambung....)

Tapiiiii....it's not all bad lah. Di tengah2 nulis gue tiba2 menyadari, kemudian terkagum2, sama proses di tubuh manusia. Setiap proses, dari yg memakan waktu lama sampai yg terjadi tiap detik seperti denyut jantung dan kedipan mata, ternyata membutuhkan proses kimiawi, interaksi ion2, molekul2, enzym2, channel2 yang sangat complicated, dimana dibutuhkan beratus2 bahkan beribu2 experimen dan jurnal bagi para manusia untuk mengungkap dan membuktikannya.

Subhanallah....Creator dari semua proses itu memang maha besar......

And now....I guess I should go back to some serious writing (hey this blog is not too Unserious don't you think??) atau...melakukan kegiatan lain yg lebih menggoda kayak nonton TV, browsing internet, chatting, beres2 kamar? (yg terakhir gak menggoda banget dehhhh!!!)

Kayaknya.... untuk sementara gue memilih untuk nonton soap opera dulu aja di TV. I guess I'm not just a nerd (due to this constant writing) but a cheesy person too

Visit to the US (airports)

Huhuhu...kayaknya baru sekali deh berkunjung ke Amrik keburu2 kayak gini. Alasan pertama karena cari tiket murah (biasaaaaaa...). Alasan kedua karena weekend lalu udah janjian untuk ketemuan sama kakak gue di Barcelona (dibela2in soalnya belum pernah, terus mau nonton bola dibayarin pula ). Jadilah perjalanan gue kemarin seperti orang kebakaran jenggot. Kalau diitung2 secara keseluruhan gue lebih banyak berkunjung ke berbagai airport daripada menikmati kota2nya sendiri. Bayangin aja di perjalanan yg cuma 6 hari kemarin, gue mengunjungi 5 airport: JFK-New York, Dallas, San Diego, LA, Boston.

Hari pertama nyampe di NY, hari udah malem (padahal mendaratnya masih sore, tapi karena antri imigrasi yang sampai 2 jam ...akhirnya nyampe hotel udah malem). Itupun hotelnya yg di deket airport, secara gue pagi2 jam 6 besoknya harus berangkat lagi untuk mengejar flight ke San Diego. Akibat jetlag dan kecapean ngantri, gue dah gak mood buat jalan2 di kota dan langsung molor. Bagus juga sih jadinya besok paginya gue bangun kepagian dan gak kesiangan dateng ke airport.

Perjalanan ke San Diego keesokan harinya juga penuh perjuangan. Pesawat didelay 1 jam karena masalah barang bagasi salah satu penumpang yang belum diregistrasi. Jadilah kita nunggu di runway sambil kesel2 pasrah. Pas nyampe, kesabaran masih terus diuji secara bagasi baru keluar di belt kira2 45 menit setelah pesawat mendarat. Arrrrrrrggghhhhh what's up with that??

Setelah nunggu lama dan barang berhasil keluar, meluncurlah gue ke hotel tempat kongres berlangsung. FYI, San Diego pada akhirnya,  adalah satu2nya kota yang bener2 gue "kunjungi" dalam trip kali ini. Selebihnya gue cuma manyun di airport dan sekitarnya yang akan diceritakan lebih lanjut di bawah.

Sampai di hotel, cuma punya waktu sedikit buat siap2 lagi karena gue udah daftar untuk ikut tour keliling RS Alvarado San Diego. Tur dimulai jam 7 malam, dan di luar perkiraan gue, ternyata sangat menyenangkan. Gue bisa ketemu orang2 baru, ngomong2 dengan mereka, dan  bisa meninjau RS khusus sexual medicine yg peralatan, alur pasien,  dan cara kerjanya bisa jadi percontohan untuk klinik yg sama di Jakarta. Sempet tertarik juga buat magang di klinik ini dan belajar gimana menangani pasien2nya dan menggunakan alat2 penunjangnya. Woiiiiiii sekolah yg di Jerman aja belum beres, ini udah mikir yang di San Diego lagi hihihihihi....Namanya juga cita2 boleh kan???

Pulang dari tur udah ngantuk karena fase jetlag belum hilang. Sempet dag dig dug juga sih mikirin presentasi gue besoknya, tapi akhirnya gue tidur dengan suksesnya tanpa sempat mengintip persiapan presentasi seperti yg direncanain sebelumnya.

Perasaan dag dig dug makin kuenceng terasa besoknya saat pagi2 gue ikut course, apalagi di saat siang dimana waktu semakin mendekati jam 1.46, jam presentasi gue. Maklumlah ini pertama kali gue harus presentasi dlm suatu meeting di luar Indonesia jadi ya......masih kampsek banget.

Akhirnya saat itu tiba juga. Sang moderator membacakan nama gue dan mempersilahkan gue maju. Jantung rasanya dah mau copot tapi berusaha tetap tenang biar gak jatoh dari podium hihihihi....Waktu yang dikasih 6 menit, tapi kayaknya luaaaammmaaa banget gue ngomong bla bla bla di depan. Setelai selesai, ketegangan belum berakhir karena pas sesi tanya jawab udah ada 4 orang aja yg ngantri di depan microphone pengen nanya. Wuaduhhhh mau nanya apaan nih orang2?? Mana 4 orang yg ngantri itu pakar2 lagi....Yah gue jawab aja sebisanya dan akhirnya.....akhirnya saat untuk turun dari podium yang creepy itu tiba juga. Fiuhhhhhh.....Selesai sudah tugas gue.....Dengan senyum lega gue langsung beres2 kamar dan cabut ke airport. (yap gue cuma semalem di sini karena harus ngejar pesawat ke Jerman di New York besoknya).

Sampai airport gue dapet kejutan lagi. Ternyata pesawat gue ke New York dicancel karena cuaca buruk sekali di sana. Org di bagian check in menyarankan gue nginep semalam dulu di LA dan baru berangkat ke New York besok paginya. Kwakwaw......Kalau gue baru berangkat besok pagi, gue bakalan telat mengejar pesawat yang ke Jerman sorenya. Sempet panik dan dengan tampang melas minta si mba2nya ngusahain gimana caranya biar gue tetep bisa ngejar pesawat yg ke Jerman, karena setau gue besoknya lagi gak ada flight yg terbang ke Jerman. Kalau gue sampai stuck 2 hari di New York, batallah rencana gue pergi ke Barcelona...ihiks...

Jadilah si mba2 kebingungan nyariin alternatif lain. Tapi alhamdulilah banget akhirnya dapet juga flight yg cocok, tapi gue dioper dulu ke Boston. Yah gak apa2 deh asal gue bisa ke New York tepat waktu. Ternyata di sampai di Boston, ada hujan salju juga di sana. Yg ada gue malah asik memandangi salju secara jarang banget liat beginian di Hannover (jiwa kampungan mulai keluar lagi) Akhirnya setelah pake deg2an lagi  takut gak bisa brangkat dari Boston karena airport ketutup salju, gue berhasil juga mengejar pesawat di New York.

Over all, walaupun penuh tantangan dan cape lahir batin, gue tetep enjoy dengan trip ini. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang gue dapet. Kapan2 pengen sih pergi lagi tapi gak terburu2 kayak gini. Insya Allah.....

Yes, we're going to the US :-)

Berawal dari keisengan ngirim abstrak penelitian ke suatu kongres yang akan berlangsung di San Diego. Trus Alhamdulilah abstraknya keterima. Trusnya lagi, tersadar akan visa Amrik yang udah habis masa berlakunya tahun 2007. Dan karenanya, dimulailah segala kerusuhan yang akan diceritakan dalam blog kali ini. (Duh bahasanya...bisa dijewer sama guru Bahasa Indonesia gue nih. Maaf bu....Saya tau, kalau saya tidak hanya butuh les bahasa Jerman tapi juga butuh les bahasa Indonesia yang baik dan benar)

Anyway,....Dimulailah pencarian info mengenai bagaimana mendapatkan visa Amerika di Jerman. Sempet pesimis juga karena konon kabarnya (duhhhh bener deh bahasanya ancur banget!!!) kalau kita membuat aplikasi untuk visa bukan di negara kita sendiri, biasanya akan ditolak. Sudah ada contoh kasus2 terdahulu yang gagal mendapatkan visa karena sedang berdomisili di luar Indonesia. Tapi yah...namanya juga usaha....Jadi diteruskanlah mission impossible ini. Info tentang visa amrik di Jerman bisa dilihat di sini. Singkatnya mereka punya online appointment system dimana kita bisa milih tanggal dan jam appointment sendiri, download formulir dan mengisinya online, dan hasilnya tinggal diprint untuk dibawa saat appointment tiba.

Di site itu juga sudah tertera lengkap syarat2 lain yang harus dibawa. Ada beberapa masalah yang mengganjal :

1. Gue berdomisili di Hannover dan kedutaan atau konsulat Amerika hanya ada di Berlin, Frankfurt atau Munchen. Jadi gue harus merencanakan suatu day trip khusus hanya untuk apply visa doang hhhhh....

2. Gak boleh bawa handphone dan tas. Hanya boleh bawa barang2 yg diperlukan untuk apply visa. Masak gue pergi ke Berlin cuma bawa map doang, gak bawa hp dan teman2nya?? Mau minta tolong temen buat nemenin (baca: nitipin dan ngejagain tas gue beserta isinya di luar konsulat) susah karena hari itu hari kerja dan semua orang bekerja di hari kerja bukan??Akhirnya diputuskan menitipkan barang di stasiun kereta Berlin dan itu menghabiskan 4 Euro (sekitar Rp. 54.000,-).

3. Disuruh menyediakan amplop beserta perangko, which means passpor yg udah ada visanya (jika visa diapprove) akan dikirim lewat pos. Gue parno banget kalau dokumen sepenting paspor bakalan dikirim lewat pos. Unregistered mail lagi. Kalau ilang gimana??

Tapi dengan ganjalan2 yg ada, tetap berangkatlah gue ke Berlin di suatu hari Kamis yang dingin jam 06.30 pagi. Karena kalau naik kereta selanjutnya bakalan gak keburu untuk dateng tepat waktu. Sampai di berlin jam 08.23. Masih banyak waktu untuk berbingung2 cari tempat penitipan barang secara gue blm pernah yg namanya nitip2 barang di stasiun!!. Trus karena Berlin kota asing, dan gue sendirian, diputuskan untuk naik taxi ke kedutaan yag ternyata jauhhhhh dari stasiun (sekitar 25 menit). Begitu sampai, langsung dihadang security check. Bingung juga, kalau ada security check ngapain gak boleh bawa tas? Kan nanti juga keliatan kalau bawa benda2 aneh. Mana securitynya serem2 lagi (termasuk yg cewek2).

Abis itu masuk ke ruangan khusus pendaftaran visa dan harus menyerahkan semua kelengkapan yang udah dibawa dari rumah. Trus kita disuruh duduk dan nunggu nama kita dipanggil untuk pengambilan sidik jari (FYI sidik jari yg diambil bukan cuma 2/3 tapi 10 jari). Sampai sini masih OK2 aja. Tapi kemudian kita disuruh duduk lagi dan nunggu dipanggil buat interview. Nah ini nunggunya luaaaaaaamaaaa banget. Gak bisa ngapa2in selain manyun mandangin siaran CNN di TV plasma yg terpajang di dinding sama mandangin orang2 lain yang sama2 nunggu. Sempet ketar ketir juga, ditanyain apaan aja sih orang2 ini kok proses interviewnya lama banget?

Akhirnya setelah mencapai titik jenuh (benernya udah lewat kemana2 titik jenuhnya), nama gue dipanggil juga. Dengan tergopoh2 sangking senengnya bisa mengakhiri kemanyunan yang sepertinya tiada akhir itu (sumpah makin ancur aja bahasanya) gue mendekat ke dinding kaca tempat interviewer berada. Di situ sidik jari kita dicek lagi untuk dicocokkan.

Waktu gue meletakkan jari gue di mesin, kening interviwernya berkerut2 sambil geleng2 kepala. Kemudian dia berkata : Your fingerprints look pretty bad....

Maksud loe???? Bisa2nya ni orang bilang sidik jari gue jelek...

Tapi ternyata yg jelek gambar di komputernya jadi sidik jari gue gak bisa dicocokin.

Alhasil gue disuruh ngulang ngambil sidik jari di tempat yang pertama tadi. Setelah proses diulang sampai 5 kali (what's wrong with my fingerprints anyway?)barulah orang di balik dinding itu puas, dan menyuruh gue duduk kembali dan menunggu giliran dipanggil kembali oleh interviewer.

Oh No....More waiting???? Gue dah mulai kesel...Mana nama gue gak langsung dipanggil lagi dan gue harus menunggu 1 orang diwawancara lamaaaaaaaa bangettttt...Gak tau masalahnya apa hmpffffff....

Tapi akhirnya nama gue dipanggil (ya iyalah udah 3 jam booooo...kalau gak dipanggil juga mah keterlaluan). Trus gue disuruh nyocokin sidik jari lagi. Kerutan yg sama muncul lagi di kening mas2 di balik dinding. Wah gue udah ngeri aja jangan2 disuruh ngulang lagi nih...Bisa2 gue yang nutup kantor kedutaan ini sambil nyapu2 sekalian kalau caranya kayak gini..Tapi setelah dicoba tangan sebelahnya senyum si mas2 akhirnya mengembang dan dia mengangguk senang tanda bahwa gambar sidik jari gue udah lumayan kali ye...

Ok, why do you want to go the US?   Pertanyaan pertama..

Bla bla bla...Pertanyaan selanjutnya cuma ada 2. Yup, wawancaranya cuma 3 menit!! Nunggunya 3 jam, wawancaranya cuma 3 menit. Gak sebanding banget, cuma yah disyukurin aja deh coba kalau wawancaranya 3 jam juga makkk....bener2 nyapu nanti gue

Di akhir wawancara si interviwer bilang, ok visa kamu akan diissued, tunggu aja beberapa hari passpor akan dikirim lewat pos. Setelah bilang terima kasih gue langsung ngeloyor pengen cepet2 keluar dari ruangan yang udah mengurung gue selama 3 jam 3 menit.

A few days later....

Gue menatap kotak pos gue yang masih kosong dengan perasaan cemas. Gimana ya kalau passpor gue gak nyampe2? Gimana ya kalo alamat yg gue tulis salah? Gimana ya kalo pak pos tidak berhasil menemukan alamat gue? Gimana ya kalo.....Kepala gue penuh pertanyaan dan kengerian seandainya passpor sampai hilang dan gak nyampe lagi di tangan gue. Terbayang segala urusan merepotkan di depan mata. Malamnya gue berdoa biar besok passpor gue mendarat dengan selamat di kotak pos gue.

Today...

Terdapat sebuah amplop coklat yang gue tunggu di kotak pos. Alhamdulilah....Passpor gue sampai dengan selamat, di dalamnya terlihat :

Uhuy...dapet juga visa amriknya. Berlaku 5 tahun pula. (tapi fotonya ancur bangets hihihihi...)

Well then, I guess I'm going to the US after all. Aminnn..

Good To Be Back

Udah 2 hari ini gue kembali les Jerman lagi. Seneng banget deh rasanya. Gak tau kenapa, les Jerman memang dari dulu merupakan hiburan buat gue. Padahal yg dipelajari tuh bahasa yg ampun2an susah terutama grammarnya, dan kayaknya masih jauhlah perjalanan gue untuk dibilang bisa lancar ngomong Jerman :P.

Karena gue baru masuk lagi di kelas yg baru, otomatis temen2 di kelas yg sekarang baru semuanya. Temen2 yg dulu sekelas ma gue udah ada di level2 atas dan mungkin udah pada mau ngambil DSH (TOEFL versi Jerman) sekarang hikssss....Coba kalau waktu itu gue nerusin les, mungkin sekarang udah agak pinteran dikit kali hihihihi..Tapi karena les Jerman dikalahkan oleh kepentingan penelitian, yg sampai saat ini masih jadi prioritas, yah jadilah putus sambung kayak gini lesnya. Mungkin salah satu alasan kenapa gue enjoy banget nge-les, karena di sini gak ada target apa2. Gue gak butuh sertifikat atau harus ujian karena gue gak mau daftar ke universitas seperti sebagian besar teman2 les gue. Bagi gue, les Jerman cuma out of curiosity aja. Penasaran aja pengen bisa ngomong dengan lancar dan bisa mengerti apa yg diomongin orang walaupun gak harus 100 % sih. Cukup aja buat bisa bercakap2 dan tau kalau kita lagi diomongin sama orang Jerman hehehe..

Mengenai temen2 baru di kelas..Buat gue memang temen2 baru, tapi di antara mereka sendiri udah saling kenal dan akrab karena grupnya gak berubah sejak mereka les pertama kali. Jadi gue yg baru kali ini bergabung, berasa kayak benda asing. Hari pertama les, which was yesterday, gue dateng telat karena rute bis berubah tanpa sepengetahuan gue. I hate being late, especially when I'm about to enter a new environment where I don't know anyone. Tapi ternyata, I DO know someone there. Gurunya ternyata guru gue di kelas terdahulu sebelum gue berhenti les. Trus gue disuruh duduk dan biasalah.. kita2 saling berkenalan dengan menggunakan bahasa Jerman. 

Syukur temen2 gue yg baru ini baik2 banget. Belum apa2 udah nyodorin bolpen buat gue nulis papan nama, padahal gue buka tas aja belum (jadi belum sempet ngeluarin bolpen gitu). Trus nanya gue dari mana asalnya. Begitu bilang "Indonesia", mereka langsung bilang bahwa ada orang Indonesia satu lagi di kelas ini cuma belum dateng. Wah asik, kata gue dalam hati. Dan gak berapa lama datanglah orang yang satu kebangsaan dengan gue itu. Dari namanya aja gue bisa nebak doi dari Bali, apalagi setelah ngobrol2 waktu istirahat. Makin seru aja nih kelas =D.

Trus ada satu lagi ibu2 Turki yg baik banget mau nganterin gue ke foto studio buat bikin pas foto setelah les selesai, dan hari ini dia ngebawain kue bikinin sendiri padahal dianya lagi puasa. Wiii...pokoknya fun deh 2 hari ini. Walaupun untuk pelajarannya banyak yg udah lupa, grammar yg harus dipelajari kayaknya makin susah dan tentunya banyak PR yang harus dibuat, tapi gue seneng bisa kembali menjalani 'hiburan' yg satu ini. Mungkin banyak yg gak setuju, but to me, German course is actually my escape from all the boredom and tiredness of living in Germany. Hahahaha lucu ya???

My Travel Map

As far as I can remember, when I was a little girl, I always hated to travel. I hated the long hours of drive or flight, I hated the packing before hand, and the hectic schedule especially when my family and I joined some kind of a tour program. All I wanted to do back then, was just to stay in the hotel room and watch some TV. But of course my parents didn't let me:P

But, as I grow older, I realize that my feelings towards traveling starting to soften up a bit. And even now, I would say that I LOVE to travel. Now I can really enjoy visiting another city or country, learning about its historical background, meeting new people, sightseeing and admiring the view, buildings, castles, restaurants, oceans, mountains, even museums! Go figure.. I guess that's growing up is all about. You appreciate the things that you tend to ignore when you were just a kid and your idea of a good time was just sitting in front of the TV with your toys & books besides you. And since I'm living in Europe, traveling has become so much easier. It only takes a couple of hours by train or plane and whoala...you're in a different country.:D

So I really should thank my parents after all, for 'dragging' me to travel with them. Maybe they knew that someday I would appreciate the fact that I've been traveling to different places. Well mum, dad, I've come to my senses and you're right...Traveling is so much fun!!

To see the places that I've visited : click here

Out of those places, I've also made a list of my favorite destinations. Can you guess what is at the top of the list? Yup, that's right...It's my hometown Jakarta. It's the city where I was born and grew up. It's the place I call home and miss every single day.

Other cities/countries that I would love to visit:

Nice (France), actually I'm planning to go there at the end of the year with my family.:)

Geneva (Switzerland), this is plan B for my new year's holiday, in case my family could not come to Europe. I've always wanted to go there cause I hear it is so gorgeous especially this time of year.

Vienna (Austria): I want to learn how to ski there..hahaha..yeah right!!

Monte Carlo (Monaco): I saw this place on TV during F1 race and decided that I have to visit someday.

Madrid, Barcelona (Spain), Prague (Czech Republic): I hear from my friends that they are beautiful cities with great historical buildings.

Milan (Italy): I'm going to attend a congress in Milan next year yipiiieee!!

Moscow (Russia): I know that the weather is impossible there, but I'm just intrigued.

Rio de Janeiro (Brazil): exotic don't you think?

Lombok (Indonesia): They say it has great and clean beaches.

Manado (Indonesia): I want to see Bunaken.

I know, I know, it's a lot of places...But one could always dream, am I right??? I'm just going to say Amin.....:-D

Lab baru, temen2 baru, sistem alarm baru

Setelah menunggu sekitar 3 bulan, akhirnya lab baru urologi di Hannover udah bisa beroperasi. Sebenernya pindahnya cuma ke gedung sebelah dari gedung lab yang lama. Tapi suasana baru langsung "berasa" begitu gue mulai bekerja di tempat baru ini. Lokasi lab ada di lantai 2 dan urologi menyewa 1 kamar di lantai itu. Kamar2 lainnya dipakai oleh peneliti2 lain. Kesannya lab ini lebih ramai dan hidup dibanding di IPF dulu, yang kayaknya sudah semakin sedikit pemakainya.

Seneng juga sih ngeliat lab ramai kayak gini, walaupun jam kerja gue dengan orang2 di situ beda banget. Ketika mereka udah pada mau pulang sekitar jam 5 sore, gue baru dateng dari ngambil jaringan di luar kota dan baru akan mulai penelitian. Jadi paling gue hanya sempet melambaikan tangan ke mereka yg pada mau pulang. Padahal dalam hati gue berkata:" Yah...kok pada pulang sih?? Temenin gue dong di sini kerja sampai malem"..hehehehe...Salah sendiri ngapain mulai kerja sore2??:P

Yang gue masih belum bisa nyesuain di lab baru ini adalah saat kepulangan di malam hari setelah selesai penelitian. Karena baru mulai di sore hari, jadi biasanya selesai penelitian udah malem. Dan...gedung tempat lab baru ini mempunyai sistem alarm yg agak2 ngeri punya..:(

Di atas jam 22.00, sistem alarm di lobi bawah gedung teraktivasi secara otomatis untuk mendeteksi gerakan sekecil apapun di lobi. Jadi kalau kita keluar di atas jam 22.00, gerakan kita akan mengaktivasi alarm, dan benda itu akan berbunyi, trus kita akan kekunci di dalem gak bisa keluar. Heboh kan??

Kepala lab gue sih udah njelasin caranya gimana biar gak terjebak kalau mau pulang di atas jam 22.00. Katanya dalam waktu 2 menit, gue harus mendeaktivasi sistem alarm dengan menempelkan sebuah chip di alat sensornya. Tapi begitu lebih dari 2 menit, pasti alarm akan berkoar2 dengan nyaringnya.

"Gak terlalu susah kan??" kata kepala lab gue

Gue cuma senyum2 pasrah aja waktu itu.

"Tenang aja, kalau toh sampe bunyi alarmnya, kamu jongkok aja sambil nunduk di lobi" katanya mencoba menghibur gue dengan lawakannya yg garing.

Ngeliat senyum gue yg bertambah pahit, dia bilang kalau sampai alarm bunyi, nanti bakalan ada orang security yg nanya password dan identitas gue, ngapain gue ada di situ bla bla bla..

Kwakwaw....Mbayangin kejebak alarm di Indonesia aja udah males banget. Gimana kalo sampe kejebak di Jerman, malem2 pula, dan yg mestinya gue udah pulang, bobo di apt, malah harus berurusan dengan org security atau bahkan polisi?? (yg pastinya pada gak mau/bisa ngomong Inggris) Hiiiii.........

Alhasil hari pertama dan kedua kerja di lab baru, gue dah memutuskan untuk "main aman" aja yaitu udah meninggalkan lab sebelum jam 22.00. Tapi lama2 kok gue pikir sayang juga kalau pulang cepet2 pdahal jaringan2 lagi pada bersahabat dan gue bisa dapet data lebih banyak kalau pulang di atas jam 22.00. So, pada hari ketiga, gue berniat untuk memberanikan diri pulang malem.

Lagi tengah2 penelitian hari itu, datanglah seorang cleaning lady bernama Renata. Setiap hari Selasa dan Kamis memang dia dateng ke lab buat bersih2. Gue seneng kalo dia dateng walaupun paling cuma 1 jam, karena gue jadi berasa gak totally alone. Iseng2 gue ajak ngobrol si Frau Renata ini daripada gue manyun aja mandangin mesin organ bath. Dari obrolan ringan, sampai gue punya ide mengorek keterangan tentang alarm di lobi yg bikin jiper itu. Siapa tau dia punya trik jitu untuk hal yg satu ini karena dia kan kerjanya malem2, pasti punyalah pengalaman.

Ternyata jawaban yg doi berikan di luar dugaan.

"Saya pernah kejebak alarm di sini. Waktu itu masih jam 21.00 dan saya gak punya chip untuk deaktivasi. Wah suara alarmnya kerassss banget, dan pintu2 langsung terkunci jadi saya gak bisa keluar."

Mata gue langsung melebar. "Trus apa yg anda lakukan setelah terjebak gitu?"tanya gue penasaran.

"Saya telp kepala lab di sini, trus kepala lab nelpon manager gedung, trus baru diurus ke org securitynya. Pokoknya ribet deh..Sejak saat itu saya selalu sudah meninggalkan gedung ini di bawah jam 9 biar hal itu gak terjadi lagi."

Glek.. Keberanian yg dah susah payah gue kumpulin dari pagi, mulai surut secara mantap. Soalnya pas hari itu kepala lab sedang ada di luar kota. Jadi kalau sampai ada apa2, siapa yg bisa nolongin gue nantinya??

Pas saatnya si Frau Renata mau pulang, dia ngelongok ke dalam lab gue dan sambil senyum berkata "Saya pulang dulu ya, jadi kamu saya tingalkan sendirian sekarang." Gue senyum balik dan lagi2 berkata dalam hati kenapa kok pulang?? Temenin gue dong menghadapi alarm menakutkan itu!!

Setelah mengingat, menghitung, menimbang segala untung rugi untuk pulang malem atau gak, akhirnya gue putuskan bahwa hari itu bukan hari yg baik untuk berjiwa heroik. Akhirnya gue meninggalkan lab jam 21.45, berjalan keluar dengan aman menuju apt.

Tapi asli, gue masih penasaran banget pengen nyobain pulang malem dan punya pengalaman mendeaktivasi alarm. Karena sekali gue berani nyoba dan berhasil, gue bisa bebas dan leluasa pulang kapanpun gue mau. Gak usah dikejar2 waktu harus pulang sebelum jam 22.00.

Duh...doain ya gue punya keberanian pas penelitian berikutnya. Dan kalaupun tuh alarm sampe bunyi (jangan sampe deh!) yah... mudah2an gue masih bisa keluar dengan selamat :P

Dingin

My throat is sore

My nose is stuffed

The cough just doesn't want to leave me be

There's nothing better than to curl up under a warm blanket

But the world is waiting for me outside

With its unmerciful weather

So with layers of clothing between me and this coldness

I hope I'll get through the day

It is 5 degrees Celsius and raining in Hannover today. According to the weather forecast it will be raining the whole week and the temperature is going to get lower and lower...*sigh*

What time is it in Koethen? It's PaRtY time!!

Last Tuesday I was invited to attend C's birthday party in Koethen. Her birthday actually was on Friday the week before, but evidently she had decided to throw a party several days later. I gladly accepted the invitation partly because I was curious. Curious of what a "Germany style party" would look like.

Since I've been living in Germany, I've always valued my first experiences. First experience in living on my own, first experience in research, first experience in doing domestic tasks, and now, it is time to experience my first party with my German friends.

It's not that I have enough experience in "Indonesian style party" to make any comparison, since I'm not much of a party animal myself. Well I guess not, when I can hardly keep my eyes open especially after 10 pm. :-P

So, the party was held at CR & N's apartment. I thought that I would have to take a taxi there, but luckily, AN gave me a ride since he had to work in the lab until 8.30 pm that night. (FYI: my apartment is next to the lab).

When we arrived, a lot of people were already there. I only knew the people from the lab, the rest might be C's friends from somewhere else. My professor was also there.

C greeted me and immediately showed me the kitchen to grab some food she had made earlier. She had made this combination of chili, red bean and corn which was good, but to my surprise was really spicy. I had thought that German people could not stand spicy food. I guess I thought wrong. On the table there were several choices of beverages. Beer, red wine, white wine, tequila, and NO, I did not drink any of that! I stayed on the safe side and chose coke.

Overall the party seemed "normal". Just a group of friends hanging out, laughing, goofing around, making small talk, eating, drinking and smoking with music in the background. I talked to some of them, and they were really nice. I knew that English wasn't their main language, but they made an effort anyway just to make a conversation with me. One girl had gone to Australia once, and she was curious about Indonesia and said that she would love to visit someday.

Too bad I didn't bring my camera so I can not upload any picture here. But I noted that my professor took a lot of pictures of us, so maybe I just grab some from him :D

At 10.30 I had to go because J who was taking me home had to leave early. She had to drive all the way back to her house in Halle (30 minutes from Koethen). So I said goodbye and thanked them especially C, for the invitation. 

The next morning I heard that the party lasted until 3 in the morning. So I was thinking that maybe the real "Germany style party" that I had been so curious about had only started after I left!! But I could only care less cause I had a great time anyway while I was there, I got home safe and sound and this particular first experience was definitely something to remember. *wink*

Danke fuer die Einladung

Ich hatte eine wunderschoene Zeit

Noch mal, alles gute zum Geburtstag C!!

First Lebaran in Hannover.......NOT!!!

Karena gue balik ke Jerman di tengah2 bulan Ramadhan dan berdomisili di Hannover, jadi yang kebayang lebaran nanti bakalan gue nikmati di kota 'kesayangan' ini. Tapi ternyata Hannover malah TIDAK menghiasi lebaran gue kali ini. Bermula dari rencana diskusi dengan prof gue di Koethen yg karena kesibukannya cuma punya waktu hari Jumat sore. Sedangkan minggu depan doi ada kongres di Yunani. Jadi mau tak mau, daripada gue kebingungan tak tentu arah dalam melakukan penelitian minggu depan, gue bela2in nginep di Koethen dari hari Kamis sampai Jumat sore dan setelah diskusi, rencananya mau langsung cabut ke Hamburg untuk mengunjungi Lessy dan nyobain berlebaran dan sholat Ied di KJRI Hamburg. Akibatnya rencana membawa bebek yst (yg sangat terkenal) dari sebelah apt gue di Hannover untuk oleh2 buat Lessy jadi gatot. Sorry ya Les..:(

Jumat pagi gue bangun dengan feeling yg rada2 creepy. Kayaknya hari ini mengkhawatirkan sekali karena:

1. Gue gak tau sebenernya kapan harus lebaran, hari Jumat atau Sabtu. Kabar yg tersiar selalu simpang siur. Di Hamburg ada yg lebaran hari Jumat, tetapi sholat Ied tetap dilaksanakan hari Sabtu. Di Hannover juga ada 2 pendapat tetapi belum jelas yg mana yg harus diikuti. Di Indonesia sendiri keluarga gue yg selalu nurutin apa kata pemerintah lebaran hari Sabtu. Jadilah hari Jumat pagi itu, dalam kebingungan, akhirnya gue masih sahur juga, karena gak tau mesti puasa atau udah lebaran.

2. Gue denger dari prof gue dan dari berita, bahwa hari Jumat ini Deutsche Bahn bakalan strike lagi. Jadi gue kebat kebit apakah kereta ke Hamburg hari ini bisa berangkat atau gak. FYI, gue pernah punya pengalaman terjebak naek kereta di saat lagi strike kayak gini minggu yg lalu, and let me tell you it was not pretty at all!! Jadi kalo emang bener strike, kayaknya harus terpaksa mbatalin perjalanan daripada terlunta2 kayak minggu lalu lagi. Padahal gue udah beli tiket...huh kesal...

3. Gue cuma punya waktu sekitar 40 menit buat diskusi sama prof gue yang baru kelar ngasih kuliah jam 1/2 3. Sedangkan kereta berangkat jam 1/2 4 (itu kalau jadi berangkat). padahal yg mau gue tanyain itu lumayan banyak dan kalau gak nanya sekarang terpaksa nunggu sampai doi pulang dari Yunani minggu depannya. Kwakwaw..

4. Hasil elektroforesis pcr gue hari Kamis. Gue cuma was2 aja kalau hasilnya gak sesuai harapan.

Jadi hari Jumat dengan segala macem kebingungan itu (cieeee rada2 dramatis dikit boleh kaleee..), gue mulai mbuat elektroforesis hasil pcr dengan berdoa2 biar hasilnya bagus. Sambil nunggu, mulai deh cari2 info lewat hot linenya DB tentang strike hari ini dan apakah kereta masih tetep berangkat sesuai jadwal. Dan ternyata emang bener ada strike dan DB gak bisa ngasi tau jadwal kereta sampai 1 jam sebelum jadwal keberangkatan. Hhhhhhh.....nasib...ya udah gue pikir kalo  gak jadi berangkat hari ini, paling gue cabut besok, tapi ya jadinya gak bisa sholat Ied malah hiks..

Trus nyari info lagi tentang lebaran. Nelpon mba Nenden di Hannover dan ternyata mereka udah lebaran hari ini, karena hampir seluruh komunitas Islam di Hannover udah lebaran. Ya wis, jadilah gue membatalkan puasa dengan makanan sahur tadi malam. Sambil ngunyah2 baru sadar..Jadi, this is it nih?? Dah beneran lebaran nih?? This is how I'm spending my first lebaran in Germany? Wearing a lab suit, working in a lab, in Koethen no less, with no one around celebrating lebaran and no exchanges of "maaf lahir batin" with anybody??? How pathetic....Tapi langsung gue tersadar lagi, walaupun bagaimana hari ini adalah hari gembira, hari kemenangan. Walaupun gue sendirian di kota kecil, jauh dari keluarga, tetap aja gue harus bersyukur dikasi kesempatan menikmati lebaran tahun ini. Alhamdulilah ya Allah...

Ok, jadi gue mulai semangat lagi. Dan begitu hasil elektroforesis keluar, jadi tambah semangat karena hasilnya sesuai sama yg diharapkan. Alhamdulilah lagi...Abis itu gue bikin pcr selanjutnya, dan sambil nunggu tuh tabung2 diuyek2 sama mesin pcr, gue belanja di toko deket lab buat beli oleh2 (dengan still PD bhw kereta bklan berangkat padhal gue sama sekali gak tau).

Mendekati jam 2, gue mulai cemas karena dari DB sama sekali belum ada kabar gimana nasib kereta gue. Temen lab gue sampe ikut nolongin nelponin ke hotlinenya tiap 15 menit. Aduh baek banget, danke dir... Akhirnya 1/2 3 gue ngadep ke prof dan mulai diskusi. Ternyata semua yg mau ditanyain sempet tuh dibahas dan udah selesai sekitar jam 3. Prof nanya gue jadi ke Hamburg gak,  dan gue bilang gue gak tau karena dari tadi nelpan nelpon gak ada jawaban. Akhirnya prof nelponin stasiun kereta di Koethen buat nanyain kepastian dan ternyata muncul jawaban yg ditunggu2 yaitu kereta gue jadi berangkat!! Ah kalo rejeki emang gak lari kemana. Trus yg baiknya lagi, prof gue nyuruh temen2 lab nganterin gue ke stasiun pake mobil, karena takut kalo pake taxi bakalan lama dan gue bisa telat berangkat. Duh..jadi gak enak karena kayaknya bikin heboh gara2 'cuma' mau berangkat ke Hamburg. Tapi maklumlah namanya juga niat membara biar bisa lebaranan yg agak asik & kopdaran sama Lessy. Makasih banget deh buat orang2 di Koethen yg ikut berpartisipasi dalam suksesnya keberangkatan gue ke Hamburg. :-D

Perjalanan dari Koethen ke Hamburg makan waktu kira2 3 1/2 jam. Kereta berhenti di Hannover, dan gue ganti kereta menuju Hamburg. Well, jadi benernya sempet juga sih lebaran di Hannover walaupun cuma di stasiun dan di peron kikikik....

Di kereta udah smsan ma Lessy dikasi tau suruh naik U-bahn no berapa dan ketemuan dimana. Pas udah nyampe di Hamburg, naik U-bahn sesuai instruksi dan masuk lagi sms dari Lessy :" Rin, gue tunggu di stasiun Lettenkamp. Gue pake jilbab merah dan kaus kaki coklat."

Gue sampe baca ulang smsnya, bener nih dia tulis kaus kaki bukan kaus doang? Ternyata bener dan gue asli ketawa bayanging  harus nyari2 seseorang dari warna kaus kakinya. Begitu nyampe, bener aja, seseorang berjilbab merah sedang menyingsingkan celananya sedikit untuk menunjukkan warna kaus kakinya. Gue langsung ngakak2...Lessy, lessy...belum apa2 dah ngelawak nih...

Lessy njemput sama suaminya Andri, dan kita langsung  ke KJRI karena mereka ada rencana rapat dan takbiran di sana. Di KJRI udah dipasang tenda dan digelar karpet untuk persiapan acara besok. Sempet kenalan sama beberapa orang dan takbiran sebentar, abis itu kita cabut menuju apt Lessy di Hoegenstrasse (bener gak nih nulisnya?)*sambil ngelirik Lessy*. Wah di rumah ternyata dah disiapin makanan pempek sama nasi + sambel goreng udang. Wiiii enaknya masakannya Lessy!!

Sorry gak sempet motoin hidangannya karena dah keburu ngiler dan gak sempet mikir buat jeprat jepret pake kamera. Tapi kayaknya dah difotoin sama Lessy. Upload ya Les, biar bisa bikin sirik yg laen.*wink wink* Sambil makan ngobrol ngalor ngidul, tapi yang utama sih nggosipin si Iin kekekekek....becanda kok In..Tapi emang loe kan yg berjasa sampai akhirnya gue bisa kopdaran kayak gini.;-)

Udah kenyang makanan dan kenyang ngobrol sampe jam 1/2 1 pagi, akhirnya kita tidur juga soalnya besok pagi2 harus berangkat biar dapet tempat buat sholat.

Besoknya kita nyampe di KJRI jam 8an, belum terlalu penuh karena sholatnya jam 9.15. Tapi begitu mendekati jam 9, bener aja tuh, tempat dah gak muat dan sebagian orang yg baru dateng terpaksa nunggu di luar karena gak kebagian tempat. Selesai sholat dan kotbah, acara halal bihalal dimulai. Pak konjen (yg ternyata masih baru) memulai acara dengan memberikan sambutan, diikuti dengan doa bersama dan abis itu ada qasidahan. And of course acara yg ditunggu2 yaitu makan siang akhirnya dimulai juga. Menunya nasi, lontong, opor ayam, sambel goreng daging, sama sayur. Lagi2 gue harus mengandalkan foto2nya Lessy karena gue dah gak minat foto secara lagi sibuk menimati santapan hihihihi... Hhhhh dari yg tadinya ngebayangin bakalan merana lebaran di Koethen yg sepi dan gak ada makanan, sampai akhirnya bisa ketemu banyak orang, halal bihalal, foto2 dan makan enak kayak gini..Alhamdulilah banget!!

Dsc00345 Dsc00346 Dsc00354

Dsc00349_1 Dsc00355_1 Dsc00347_1

Selesai acara di KJRI (sebenernya belum selesai banget sih soalnya pas kita pulang, masih ada acara nyanyi2 ibu2 dll), gue diajak jalan2 ma Lessy & Andri ke pelabuhan. Jeprat jepret kamera, sama mengagumi pemandangan sekitarnya, membuat gue makin ngefans sama Hamburg...bis keren sih...

Dsc00357 Dsc00358 Dsc00360

Trus gue dibawa ke kanal Speicherstadt dimana di deket situ, di gedung gudang seberangnya, ada kedai kopi yg namanya Speicherstadt Kaffee. Kedai kopinya unik dan udah pernah jadi salah judul postingannya si Lessy. Karena kedai ini bekas gudang, jadi interiornya masih ada hawa2 gudangnya. Ada karung2 kopi dan mesin giling kopi yang besar2. Dsc00362 Capuccinonya lumayan enak dan gue menemukan choco chip cookie yg mantabbbb banget di sini. Patut dicoba deh, terbukti dengan antrian pengunjung yg lumayan panjang. Di kedai ini kita ngobrol lumayan lama, terutama tentang kerjaan, lab and being a scientist. Kesan yg gue dapet dari suaminya Lessy adalah he is  a bright and passionate scientist who knows exactly what he wants and now is on the run of GETTING what he wants. And he has a beautiful wife who's standing firm and supportive of his each and every step. Ain't that great? Bukannya mau muji2 loe lho Ndri, ini cuma biar loe mau nemenin Lessy ke Hannover ngunjungin gue kalo lagi weekend..kekekekek.....:P

Hari udah beranjak sore, jadi sayangnya gue udah harus balik ke Hannover. Abis foto2 lagi bentar akhirnya kita pulang ke apt Lessy ngambil barang2 gue, dan setelah nyari2 jam pulang yg cocok, berangkatlah gue dianterin mereka berdua ke stasiun. Dan ternyata gue dibawain oleh2 pempek, gudeg dan bumbu2 Indo buat dibawa pulang. Aduh senangnya....Makasih banget Les......

Selama perjalanan di bus, gue ngobrol2 lagi ma Lessy terutama tentang anggota2 BD, dan bagaimana sebenernya dia dan gue bisa akhirnya ikutan bergabung dan akhirnya bisa kopdaran kayak gini. Ternyata ngeblog itu banyak untungnya...:)

Sampai di stasiun, gue masih punya waktu sekitar 1 jam sebelum berangkat. So, what did we do? We went to drink coffee again...Kali ini di Balzac Coffee. Dark chocolatenya enak deh, dan gak kerasa karena ngobrol2 akhirnya sampai jugalah saatnya gue harus cabut. Dengan menenteng oleh2 dari Lessy, koper kecil dan senyuman di bibir, gue melambaikan tangan kepada mereka berdua dan kepada Hamburg. See you again my friends, and hopefully the next kopdar will be in Hannover..:-D

So in conclusion, my first Lebaran day in Germany turned out to be a great one after all!!!!:)))))))

Selamat Idul Fitri 1428 H

Minal aidin wal faizin

Mohon maaf lahir dan batin.